Pangeran telah hilang dan tidak ada yang mengetahui apakah dia hidup atau mati! Demi negara dan keselamatan rakyatnya, Raja Aurelius ll telah memutuskan untuk memperluas Knight's Order dan mendirikan benteng di pinggiran Moniyan untuk memperkuat pertahanan dari Empire. Sementara itu, Imperial knight terus mencari petunjuk mengenai keberadaan sang pangeran Imperial knight mencari siang dan malam. Mereka hampir melintasi Land Of Dawn, tetapi yang mereka temukan hanyalah menunggu tanpa akhir. Keluarga Aurelius tenggelam dalam kesedihan. Bagi silvana muda, ingatan tragis pada waktu itu terlalu berat. Sebagai seorang putri, Silvanna selalu memiliki hati yang adil dan berbelas kasih semenjak dia masih kecil. Setelah saudaranya menghilanh, dia telah menemani ratu hampir setiap hari. Selama bertahun-tahun, mereka berdua telah menunggu keajaiban di Imperial Castle. Namun, hari demi hari, tahun demi tahun, sang ratu akhirnya jatuh sakit dan terbaring di tempat tidur karna kelelahan fisik dan mental.
Sepuluh tahun telah berlalu. Saat ratu dan raja bertambah tua, puteri Silvanna, yanh sekarang telah dewasa, selalu ingin melakukan sesuatu untuk kerajaannya. Dia ingin melepaskan kesedihan, tetapi setiap kali dia memikirkan saudranya, kesedihan dan kekecewaan selalu kembali padanya. Setiap malam dalam mimpinya, Silvanna merasa seperti kakaknya berada dalam jangkauan tetapi dia seperti tidak dapat meraihnya. Tak lama kemudian, pada hari upacara usia Silvanna, ia memutuskan mengabaikan status sebagai seorang putri dan bergabung dengan Imperial knight. Mungkin ini adalah satu-satunya cara baginya untuk menahan rasa sakitnya!!!
Dalam Knight' Order, Silvanna akan menjalani pelatihan yang berat. Dia tidak akan lagi diperlakukan bagaikan bangsawan. Silvanna perlu memiliki keyakinan yang kuat dan bekerja lebih keras dari pada yang lain. Keyakinannya telah membuat dirinya semakin kuat. Semua bekas luka di tubuhnya adalah bukti terbaik dalam pelatihannya. Tak lama, dia telah menjadi kesatria wanita paling kuat di antra para Imperial knight. Tetapi meskipun begitu, Silvanna masih tidak dapat memperoleh persetujuan khusus dari Tigreal. Tigreal sangat memahami kekejaman dari medan perang yang sesungguhnya dan tidak ada ruang untuk kesalahan apapun. Jauh di dalam lubuk hati, Tigreal melihat bahwa Silvanna telah memperoleh semua keterampilan dari seorang kesatria. Dia juga dapat melihat tekad silvanna. Tetapi, bagaimanapun juga dia adalah bangsawan dari Empire. Tigreal tidak ingin penerus Empire lainnya menghadapi resiko apapun lagi.
Tapi suatu hari, Tiba-tiba, pasukan iblis telah tiba di bagian luar dari Empire...... Moniya menghadapi bencana dan peperangan. Tigreal memerintahkan Silvanna untuk tetap di dalam Empire sementara dia memimpin seluruh Knight's Order untuk berperang.
Di tengah perjalanan, Tigreal menerima laporan dari Knight's Order bahwa untuk membuktikan dirinya, Silvanna telah memasuki area terlarang, Imperial Sanctuary, tempat banyak mahluk tak di kenal mengintai. Bahkan Tigreal tidak memiliki kepercayaan diri untuk melewatinya tanpa terluka. Pada saat itu juga, teriakan yang tajam datang dari kejauhan, membuat Tigreal bergidik. Dia segera memimpin para elite dari Knight's order untuk kembali ke imperial sanctuarysanctuary sementara sisa dari para kesatria pergi kebagian luar Empire untuk melawan para iblis. Dalam perjalanannya, dia berdoa agar dia tepat waktu menuju ke sana. Dia berdoa agar ketakutannya tidak menjadi kenyataan.
Di depan para dewa dari Imperial sanctuary, sesosok raksasa perlahan-lahan mendekati kesatria yang telah terluka. Seed of Light bersinar dari kejauhan dan lawan kuat Silvanna mendekat. Dalam catatan Imperial, Silvanna pernah membaca mengenai legenda tentang Seed of Light dalam Imperial sanctuary. Tetapi mahluk kuat yang menjaga Seed of Light di depannya telah menjadi hambatan yang tidak dapat di atasi. Tetapi Silvanna mengetahui bahwa hanya ketika dia dilindungi oleh King Of Light dia dapat menjadi Holy knightess secara sepenuhnya dan memimpin Empire menuju kemenangan dalam pertempuran. Dan untuk alasan itu dia rela mengorbankan hidupnya
Komentar
Posting Komentar